Senin, 06 November 2017

KETEGASAAN DALAM MENGAMBIL PUTUSAN

KETEGASAAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAAN

Dalam suatu pengambilan keputusan diperlukan kerangka berpikir yang sistematis untuk menguji keputusan yang akan diambil.
Baik atau buruk seberapa jauh kajian jikalau waktunya menentukan harus diambil keputusan walaupun mungkin tidak terlalu sesuai dengan apa yg kita harapkan.
Memerlukan latihan dan bagaimana bersikap menerima apa yang telah diputuskan,jika suatu keputusan harus diambil dikarenakan waktu akan lebih bahaya tanpa keputusan terutama dalam suatu organisasi sehingga subordinat menjadi bingung dan semakin banyak blunder yg terjadi disebabkan keputusan yang tidak jelas.
Terutama diperlukan siapa yg berhak mengambil keputusan yg tentunya konskwensinya akan lebih besar dipikul,subordinat mengikuti apa yg telah menjadi keputusan.
Sifat professional dan karakter dr pengambil keputusan juga menentukan tingkat keberhasilan dari keputusan sehingga subordinat dengan sepenuh hati menjalankan apa yg telah diputuskan.
Tentu saja profesionalisme dan karakter subordinat juga harus baik untuk mendukung putusan.
Membiarkan masalah yg harus diputuskan sehingga ber larut larut tanpa penyelesaian bukanlah sesuatu yg baik.walaupun dalam negosiasi ada istilah mengulur waktu (buying time).Mengulur ulur waktu ada batasanya seberapa lama ,karena berpengaruh pada kredebilitas seseorang.



Rabu, 01 November 2017

Kebenaran bersifat relatif

Kebenaran Bersifat Relatif


Banyak apa yang kita anggap benar sejalan dengan waktu ternyata tidak benar atau kurang tepat,sejalan dengan waktu mengajar kita untuk lebih bijak.  Tetapi bukan kita menjadi ragu di waktu saat itu kita tetap meyakini kebenaraan yang pada saat tersebut berdasarkan data dan informasi yang ada memberikan hasil penilaian benar,hanya mesti cukup bijaksana menyikapinya terutama seberapa jauh dampak keputusan yang kita ambil terhadap sekitarnya.

Waktu kadang membuat kita terlihat menjadi bodoh,orang yang bijak memang kadang terkesan kurang tegas karena terlalu banyak pertimbangan dan pengetahuannya.
Dalam dunia nyata kedua duanya diperlukan seperti keraguan Arjuna dalam perang saudara Bharatayudha dimana sebagai mentor Kreshna memberikan pengertian pada Arjuna prinsip2 dimana kebenaran yang lebih hakiki yg harus ditegakkan,mungkin kita sering juga mengalami dilema dalam pengambilan keputusan terutama ketika membuat orang tidak menjadi nyaman walaupun dikarenakan  ulahnya sendiri,yg sebenarnya patut mereka terima dengan adanya rasa kasihan yg ada pada diri kita.
Hakim terutama dalam pengambilan keputusan mungkin berdasarkan data saat putusan hasilnya mungkin A sejalan dengan waktu mungkin adanya data baru menjadi B,selama hakim mengambil keputusan berdasarkan kejujuran dan nurani yg bersih seharusnya tidak menjadi masalah,urusan akherat apalagi gusti Allah serba tahu dan pertanggung jawaban terakhir seorang pengambil keputusan ,yang terhadap sang khalik.
Jangan ragu ragu dalam mengambil putusan selama telah dikaji dengan baik dan hati yang bersih,seandainya masih ragu minta petunjuk Allah .Amin

Kamis, 22 Desember 2016

KORBAN DARI SISTIM DAN LINGKUNGAN YANG ADA

KORBAN DARI SISTIM DAN LINGKUNGAN 

Banyak dan sering terulang dimana seseorang menjadi korban dari sistim yang ada serta lingkungan yg ada yang ternyata memang perbaikkan atau perubahan hal  yg mendasar serta pola pikir merubah dan menanamkan pola pikir yg  baru meninggalkan pola pikir yg lama merupakan hal melelahkan serta menguras emosi, tenaga, waktu serta pemikiran.


Merubah sistim yg ada dan terlanjur menjadi budaya serta adanya resistansi untuk perubahaan bisa dikarenakan kepentingan2 pribadi ataupun kemalasan dan ketakutan akan ada perubahan.
Merubah sistim dan lingkungan tergantung dari besarnya dan dampaknya besar atau kecil sehingga memerlukan pelopor pelopor perubahaan. Untuk perubahan yang cepat memang diperlukan cara yang agak radikal tetapi akibat dari tindakan tersebut tugas tugas dan progress yang sedang berjalan mungkin bisa agak tersendat.

Seperti kita analogkan merawat taman klo tanaman liar kg tuntas dibersihkan maka akan sia sia dan tanaman yg baik dan diharapkan akan menjadi korban dan perbaikkan perbaikan akan dihambat oleh usaha resistansi untuk tidak berubah dan berusaha  mencari dan memperbesar habitat bertahan.

Seandainya perubahan didasari pemikiran yg visioner semakin sulit untuk orang orang memahami semakin besar kemungkinan malah menjadi korban .
Yang harus disadari "pembawa" perubahaan harus taktis n kadang2 agak masa bodo seandainya diperlukan sambil tetap tidak melupakan tujuan untuk mengadakan perubahan karena klo tidak pintar pintar akan menjadi korban dari sistim dan lingkungan yg ada.


Selamat untuk perubahaan yg lebih baik dan berada dijalan yang lurus karena kesejahteraan selalu diusahakan oleh orang2 yg berjiwa besar seperti yg telah terbukti dalam sejarah manusia dan tentunya tidak bisa melupakan korban2 dari orang orang berjiwa kerdil dan munafik.

Tentunya Adharma serta Dharma akan selalu berputar didunia ini serta pilihan serta keimanan kita untuk memilih tindakan kita dengan catatan tindakan kita disadari atau tidak disadari bisa merugikan serta menjadikan orang lain sebagai korban.

Memang sulit untuk membawa perubahaan dengan paham kearah kebaikkan melawan manusia yg pada umumnya berpikir secara praktis yg menjadikan uang serta kenikmatan sesaat sebagai pemersatu dan menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Seperti kita ketahui Allah maha tahu , adanya surga dan neraka sistim reward n punishment umat masih tetap berlaku semaunya n bagaimana penerapannya di dunia atau ditempat kerja atau lingkungan nyata agar bisa membawa perubahaan yg nyata.
Sebaiknya Reward n Punishment langsung n diterapkan secara nyata tidak menunggu waktu yg terlalu lama apabila tindakan yg dilakukan menerlukan ganjaran.


Selasa, 12 Juli 2016

KEBERHASILAN,PERENCANAAN,KEBIASAAN POSITIF

KEBERHASILAN DIMULAI DARI PERENCANAAN DAN KEBIASAAN2 YG POSITIF


SUATU KEBERHASILAN SEMUA BERAWAL DARI PERENCANAAN YANG BAIK DAN ANTISIPASI YANG TEPAT TERHADAP PERSOALAN YANG TIMBUL YANG DAPAT MENGAKIBATKAN TUJUAN YANG DIRENCANAKAN TIDAK TERCAPAI
DALAM MENYUSUN PERENCANAAN PERLU DIPIKIRKAN N DIJABARKAN SEMUA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENCAPAI SASARAN SERTA ALTERNATIF ANTIPASI DIRENCANAKAN KALO MEMUNGKINKAN DILATIH ATAU DISIMULASI
YANG MANA MUNGKIN TIDAK MEMUNGKINKAN MEMBUAT PERENCANAAN YANG LENGKAP DAN MENGANTIPASI SEMUA PERSOALAN2 YG AKAN TIMBUL.
UNTUK MENGANTIPASI HAL2 TERSEBUT ADALAH DENGAN MEMBIASAKAN KEBIASAAN2 YANG POSITIF SEHINGGA MEMPERKAYA DIRI KITA DAN DAYA TAHAN UNTUK MENGHADAPI PERSOALAN2 YG AKAN TIMBUL
KEBERHASILAN BUKAN SEMATA MATA KEBERUNTUNGAN
KEBERHASILAN MEMUNGKINKAN DIPREDIKSI DEMIKAN JUGA KEGAGALAN MEMUNGKINKAN UNTUK DIPREDIKSI

Senin, 28 Desember 2015

REWARD AND PUNISHMENT


Suatu sistim yang baik harus selalu ada sistim reward and punishment yang baik. Kadang ada yg berpendapat bahwasistim kekeluargaan sehingga reward and punishment systemnya kg jelas. Sehingga kinerja anggota team tidak jelas hanya mengandalkan kesadaran dari anggota team. jadi yang mempunyai kesadaran makin terbebani dan yg tidak mempunyai kesadaran semakin santai dan menghancurkan reputasi diri sendiri makin buruk dengan sedikitnya memberi kontribusi kepada team sehingga akhirnya bisa terbuang dari tim atau komunitasnya orang yg ingin maju
                Sistim reward and punishment sudah jelas berlaku sebagai hukum alam maupun hukum agama, norma masyarakat. cuma mungkin yang kurang jelas atau tidak dirasa langsung reward and punishmentnya,sehingga tetap banyak mengabaikannya seperti hukum agama adanya surga dan neraka. Hukum alam yg paling sederhana selalu melakukan hal2 positif sebagai tabungan untuk langkah berikutnya yg memberi reward menuju kesuksesan sedangkan sering melakukan hal hal buruk akan pada akhirnya mendapat punishment yg mana ketika sudah menimpa baru menyadari sangat disayangkan apalagi sampai merugikan dan mencelakakan orang lain
Yang lebih parahnya apabila temannya yg selalu memperhatikan melakukan kebaikkan walaupun kecil bisa sukses selalu mengatakan temanya hanya  keberuntungan semata  tanpa mau mengoreksi sifat n kelakuan yg selalu menabung sifat2 buruk seperti malas,tidak bisa bertanggung jawab,tidak bisa bekerjasama,tidak jujur.
Merupakan tanggung jawab atasan atau tokoh untuk dengan tegas memberikan sanksi reward and punishment yang jelas sehingga memacu orang yg berbuat positif dan memberi pelajaran bagi yg berbuat tidak baik demi kebaikkanya mereka sendiri.

Sayangnya kita di budaya timur kadang merasa sungkan untuk melakukan punishment dan lebih berat mementingkan hubungan baik yg pada akhirnya memperparah hubungan baik dan menjerumuskan orang tersebut untuk terbius dan terlena merusak dirinya sendiri.
Dengan arti kata hukuman bukan sesuatu yang buruk jadi kalau kita mendapatkan punishment apapun bentuknya berterima kasihlah karena semakin pahit semakin baik seperti obat untuk intropeksi diri. Seandainya tingkat kesadaran sudah sedemikian tinggi sehinnga tidak melakukan hal2 tidak baik mungkin sudah tidak perlu sistim punishment hanya sistim rewading mungkin masih diperlukan untuk memotivasi melakukan yg lebih baik.
Artinya salah satu kunci keberhasilan suatu teamwork adanya sistim reward n punishment yg jelas dan bisa dirasa secara langsung diperlukan ketegasan dari para pemimpinnya dan didukung lingkungannya. Amin

Rabu, 21 Oktober 2015

kemalasan dan ketidak tahuan

KEMALASAN DAN KETIDAKTAHUAN

Hampir bisa dipastikan semua permasalahan yang timbul diawali dari kemalasan dan ketidaktahuan coba kita resapi dalam keseharian kita sehari hari. Banyak permasalahan yang seharusnya kita dapat hindari seandainya kita mau tahu tidak masa bodoh dan tidak malas.
Harus disadari ketidak tahuan dan kemalasan yang kita lakukan bisa berdampak ke diri sendiri dan kepada orang lain yang mana dampaknya bisa berjangka panjang bagi yang mengalami musibah.
Kemalasan dan ketidaktahuan sebenarnya jauh bisa berkurang seandainya kita mempunyai rasa tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan keseharian paling sederhananya ada keiklasan untuk menjalankan tugas kesehariannya.
yang perlu disadari klo ada masalah ada sebagian orang yang bersilat lidah mengelak dari perbuatannya mungkin saja orang tidak mau ribut mempersoalkannya toh dipikirnya sudah terjadi. cuma harus diingat perbuatan kita itu secara hidup secara sosial akan dinilai dan yang paling penting perbuatan k
ita mesti dipertanggung jawabkan dengan yang Maha kuasa

Kamis, 21 Mei 2015

Team Building







TEAM BUILDING



Untuk membentuk team building agar teamwork menjadi solid biasanya akan lebih mudah dengan membuat acara tidak formal seperti outbond dengan permainan permainan yg memerlukan kerjasama tim. Yang mana diharapkan setelah outbond karakter kerjasama team tetap terbawa ke tempat bekerja.Namun sayangnya biasanya setelah itu terlupakan jadi agar tidak terlupakan harus mempunyai cara pandang atau presepsi yang sama yaitu adanya visi misi perusahaan yang disosialisasikan dan diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari hari sehingga terbentuk budaya perusahaan yang sesuai dengan visi misi perusahaan.
Yang perlu disadari bahwa kerjasama team yg baik saling menguntungkan pihak pihak yang terlibat sehingga adanya keinginan yang melekat pada semua pihak yg terlibat untuk selalu mengutamakan kerjasama team kearah yang baik. Dan tentunya peran top managament yang berfungsi sebagai leader dan teladan sangat diperlukan

Selasa, 17 Agustus 2010

HUT Kemerdekaan RI ke 65

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65 telah tiba. Seperti biasanya upacara upacara rutin yang diadakan setiap HUT tentunya dilakukan dan dirayakan.
Tentunya makna kemerdekaan akan berbeda beda di rasakannya oleh masyarakat. Yang umum dirasakan biasanya acara hiburan atau kegiatan keramaian yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Kemerdekaan
Renungan Hari Kemerdekaan tentunya diselenggarakan tetapi jumlahnya tidak sebanyak perayaan acara keramaian.

Bung Karno, Bapak Proklamator-Founding Father Presiden Pertama Republik Indonesia selalu menekankan aspek pembangunan karakter bangsa (Nation Character) yang selalu harus dilakukan alias diperjuangkan secara terus menerus sehingga Kemerdekaan kita dapat terus jaya dan dipertahankan. Beliau telah melihat jauh kedepan.


Mungkin karena beliau terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tentunya pemimpin atau tokoh bangsa RI yang lain selain beliau banyak yang baik. Yang kebetulan dalam artikel ini kita hanya mencoba menelaah bagaimana karakter bangsa dengan Kemerdekaan dan mempertahankan Kemerdekaan dimana mengenai karakter bangsa dicetuskan oleh beliau.
Beliau melihat secara "kedalam ", kedalam diri kita masing masing sebagai anak bangsa yang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan.
Dimana Kemerdekaan dan mempertahankan Kemerdekaan diupayakan oleh bangsa kita yang tidak mungkin didapatkan secara gratis, yang tentunyakita tidak melupakan atas rahmat yang diberikanNya.
Kemerdekaan tidaklah diusahakan oleh sekelompok orang saja tetapi oleh segenap bangsa yang bercita cita yang sama dan berkorban untuk mendapatkannya. Secara umum kita bisa melihat bilamana kita dalam kesusahan kita akan lebih bersatu, yang tentunya dalam kasus tertentu segelintir kelompok atau orang mengambil keuntungan dari kesusahan kelompoknya. Dan yang lebih sulit bila dalam kesenangan biasanya kelompok yang tadinya bersatu dalam kesusahan menjadi terpecah karena sebagian anggota kelompok atau orang ingin berebut porsi yang besar dengan cara yang tidak benar dalam meraih kesenanganan sehingga melemahkan kesatuan yang telah terbentuk.
Saat ini kita telah mencapai Kemerdekaan dan telah mencapai usia Kemerdekaan 65 tahun. Tentunya kita sebagai anak bangsa pelaku mempertahankan Kemerdekaan harus jauh lebih dewasa agar tetap dapat mempertahankan Kemerdekaan ini.
Realisasinya, masih ada sekelompok anak bangsa hanya mengambil keuntungan - keuntungan dengan jalan tidak benar sehingga merusak kesatuan yang ada.
Dengan mengambil hikmah Hari Kemerdekaan, Keberhasilan yang besar hanya dapat tercapai dengan dilakukan bersama sama, sinergi.
Karakter sangat mempengaruhi untuk mencapai dan mempertahankan keberhasilan yang ada, baik secara personil maupun kelompok.
Keberhasilan yang ada harus disikapi dengan baik dan bijaksana sehingga tidak terperosok kedalam keberhasilan yang semu.
Marilah kita tetap Bersatu dan membangun karakter bangsa baik untuk diri kita sendiri ataupun menjadi teladan bagi anak bangsa yang lain dan dapat menghargai para pendahulu kita, baik itu pendahulu yang merebut Kemerdekaan maupun orang orang yang telah berjasa bagi hidup kita, baik itu guru, sahabat, orang tua dan orang orang yang telah berjuang sehingga dapat memberi hidup yang lebih baik bagi sesamanya.
Bagaimana peran kita masing masing dalam mempertahankan Kemerdekaan sehingga Pancasila dapat dirasakan lebih banyak masyarakat sangatlah menentukan oleh karena itu karakter bangsa ditentukan oleh kita masing masing sebagai anak bangsa.
Sekecil apapun riak ,peran yang kita mainkan sangatlah berarti, bila masing masing berlaku dan menyumbangkan hal yang positif akan menjadi gelombang besar yang dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi bangsa.

Semoga kita dapat memberikan sumbangsih yang berguna bagi negara Republik Indonesia Tercinta Indonesia ini dan senantiasa kita diberikan kekuatan untuk melakukan hal hal terbaik dan menyikapi dengan positif dan bijaksana semua persoalan yang ada sehingga dapat mempertahan Kesatuan yang ada, sehingga dapat bermanfaat bagi Negara dan paling tidak kita dapat berguna bagi dan bermanfaat serta mendatangkan kebaikkan bagi orang orang di sekeliling kita dan sesuai di jalanNya.

Sebagai bahan renungan kita bersama, apabila kita pernah berteduh dibawah pohon yang rindang dan kita merasa nyaman atas keteduhan yang diberikan pohon tersebut, pernahkah kita ingat akan siapa yang menanam dan merawat atas pohon tersebut? Dan mengucapkan syukur kepada yang menanamnya? Atau mengucapkan syukur atas kebesaranNya?

Mari Kita mulai bersama sama mengisi Kemerdekaan dengan hal hal positif dan memperhatikan hal hal sederhana yang terlupakan yang ternyata secara essensial bagian dari pembentukkan karakter bangsa sehingga kita masing masing menjadi lebih baik , dapat memberikan hidup kita lebih berguna baik untuk diri kita, sesama dan bangsa kita sendiri maupun bangsa bangsa lain untuk membangun dunia yang lebih baik.

SELAMAT HUT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE 65,

BERSATU KITA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

UNTUK MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

DAN

BERPARTISIPASI

UNTUK MEMBANGUN DUNIA YANG LEBIH BAIK











Selasa, 10 Agustus 2010

Saling memaafkan dan Ibadah Puasa


Bulan Ramadhan sudah tiba, umat muslim akan menyambut bulan suci yang penuh rahmat dengan menjalankan ibadah puasa.
Sudah menjadi hal rutin sebelum menjalankan Ibadah Puasa, umat muslim saling maaf memaafkan. Proses untuk meminta maaf dan memaafkan (saling memaafkan) sangat mengandung arti yang sangat mendalam dan terkadang karena telah menjadi rutinitas setiap tahun proses sakral ini kadang kurang terhayati bagi para pelaku.
Proses meminta maaf, merupakan proses dimana kita mengakui bahwa kita tidak terlepas dari kesalahan dan yang sangat luar biasa kita berani merendahkan hati kita dengan membuang ego kita untuk meminta maaf.
Proses meminta maaf yang dilakukan dengan sungguh sungguh dan tulus tentunya memerlukan kebesaran jiwa dan kerendahan hati yang sangat mendalam. Dan tentunya tidak mudah.
Proses meminta maaf yang dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa merupakan proses awal dari ibadah puasa itu sendiri sebelum kita menjalankan ibadah puasa, sehingga kita membuang ego kita dan dengan kerendahan hati dapat menjalankan ibadah puasa dengan hati dan pikiran yang jernih/bersih untuk minta keridhoanNya.
Proses memaafkan yang dilakukan dengan tulus sama tidak mudahnya dengan meminta maaf. Proses memaafkan membuang ego kita sehingga tidak ada keangkuhan dalam diri kita dimana tidak ada kotoran kotoran batin yang tersimpan dan tersisa didalam diri kita dalam persiapan menghadapNya dalam melakukan ibadah Puasa.
Proses saling meminta maaf merupakan proses pencucian batin sehingga tidak ada kotoran kotoran batin yang tersisa, batin menjadi bersih dalam menjalankan ibadah Puasa. Dalam melakukan ibadah dan menghadapNya tentu diupayakan batin ini sebersih mungkin sehingga dengan segala kerendahan hati kita menghadapNya dan minta keridhoanNya.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalani , semoga Amal dan Ibadahnya dapat diterimaNya.

Rabu, 04 Agustus 2010

8x3 = 23


Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.
Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?
Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata:"Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:"Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".
Yan Hui:"Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"Pembeli kain:"Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"Yan Hui:"Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.
Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia
"Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.
Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga.
]
Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat: "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.
"Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba teringat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur.
Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba di rumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya.
Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.
Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh.Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur di samping istrinya adalah adik istrinya.
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata:"Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?
"Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".
Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.
Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu.Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?
"Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.
Murid benar2 malu."Sejak itu, kemana pun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.Banyak hal ada kadar kepentingannya.
Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, dan sudah terlambat.Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)
Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)
Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Istri tidak mau menghiraukan kamu, semua harus "do it yourself")
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman)..
Sunber: email from:sjeanetera@yahoo.com
Unsur kemanusiaan yang sangat tinggi tapi perlu disikapi dengan hati hati dan bijaksana. Dalam menjalankan tugas porsi orientasi kemanusiaan dan porsi orientasi tugas perlu dikaji secara bijaksana dan kasus yang dihadapi. Keras belum tentu buruk, lembut belum tentu baik atau sebaliknya. Paling tidak artikel diatas dapat membuat kita lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Kamis, 29 Juli 2010

*ENCOURAGEMENT* - Appreciative Inquiry-‏


*ENCOURAGEMENT*

Semoga tulisan di bawahbermanfaat bagi guru-guru dan kita semua selaku pendidik di keluarga kita *RHENALD KASALI ** Thursday, 15 July 2010*

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolahtempat anak saya belajar di Amerika Serikat. * Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itutelah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali.Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada sayadan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. *Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibuguru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.**BUDAYA MENGHUKUM * Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. "Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya. "Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris,saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah. Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya danpenguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalanbegitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya seringsaya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. * Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalamifrustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: KARAKTER yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.


*MELAHIRKAN KEHEBATAN*

Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah. Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.* Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)

* *RHENALD KASALI*

Minggu, 25 Juli 2010

CIRI CIRI MANUSIA BERJIWA SEHAT

Disarikan dari : National Mental Health Association, Virginia 1988


1. Adanya perasaan senang terhadap diri sendiri


- Tidak dikendalikan oleh emosi emosi: takut, marah,cinta, irihati,rasa bersalah, atau khawatir


-Dapat menerima kekecewaan


-Memiliki sikap toleran, santai terhadap diri sendiri & orang lain.


-Tidak merendahkan atau menilai berlebihan terhadap kemampuan diri sendiri


-Dapat menerima kelemahan diri sendiri


-Memiliki rasa harga diri



-Merasa mampu mengatasi berbagai masalah.


-Menikmati peristiwa sehari-hari yang sederhana.


2.Merasa nyaman berada bersama orang lain.

- Mampu memberi kasih sayang dan perhatian terhadap orang lain.


-Memiliki hubungan pribadi yang memuaskan dan tetap.


-Menyenangi dan percaya kepada orang lain, dan merasa bahwa orang lain pun akan menyenangi dan percaya kepadanya.

-Menghargai perbedaan - perbedaan yang ada pada orang lain.


-Tidak mencari manfaat dari orang lain dan menolak untuk dimanfaatkan oleh orang lain.





3.Mampu memenuhi tuntutan hidup.
- Berusaha mengatasi masalah yang timbul.
-Menerima yang menjadi tanggung jawabnya.
-Membentuk lingkungan, bila memungkinkan mengadakan penyesuaian yang diperlukan.
-Membuat rencana kedepan dan tidak takut menghadapi masa depan.
-Menerima pengalaman - pengalaman dan gagasan - gagasan baru.
-Memanfaatkan kemampuan - kemampuan yang dimiliki.
-Menentukan tujuan - tujuan yang realistik untuk diri sendiri.
-Mampu mengambil keputusan sendiri
-Merasa puas telah melaksanakan usaha terbaik dalam segala hal yang dikerjakan.
Sumber: Mutiara Dhamma XV (Editor: ir. Lindawati T. Kiriman :Adhipateyya Khanti IKa, Bandung)
Setuju artikel diatas? Bila setuju kita termasuk sehat atau tidak? hehehe.....

Tabung Gas Berbunga Kematian Tidak Perlu Terjadi

Gerakan penggunaan Gas sebagai pengganti minyak tanah yang dilakukan pemerintah sudah dilakukan dan boleh dikatakan berhasil. Tentunya penghematan tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat yang beralih dari kompor minyak tanah ke penggunaan gas dengan tabung alias tabung gas.


Penulis pernah ngobrol ngobrol dengan pedagang bakmi di pinggir jalan yang mengatakan pemakaian gas jauh lebih hemat daripada menggunakan minyak tanah (angka pastinya aku lupa). Yang pasti masyarakat mendapatkan keuntungan dan tujuan pemerintah tercapai untuk effisiensi alias dapat menabung.

Akan tetapi banyak berita yang memberikan tabung gas meledak sehingga "berbunga" petaka ataupun sampai menyebabkan kematian. Belum lagi ketakutan yang timbul bagi pengguna tabung gas, yang nilainya tidak bisa diukur dari materi alias uang. Sehingga tujuan menjadi tidak effektif dan malah tidak effisien jika tabung gas meledak. jangankan menabung malah mengalami kerugian materi dan moril.

Penyebab tabung gas meledak menurut berita kebocoran dari tabung gas atau selang regulator.

Hal ini tentunya perlu usaha untuk mencegah kejadian ini terulang, dimana disarankan masyarakat membeli produk yang berlabel SNI (Standar Normalisasi Indonesia). Ini langkah pencegahan cukup baik tapi belum cukup, alangkah baiknya produk - produk yang tidak masuk kedalam kriteria SNI atau tidak SNI ditarik dari pasar. Dan para pelaku bisnis yang memproduksi tabung gas dan selang regulator yang sudah terlanjur memasarkan dan tidak memenuhi syarat teknis sepatutnya menarik produk yang sudah beredar.

Hendaknya produsen menyadari akibat yang ditimbulkan bila produk tidak sesuai dengan tingkat keamanan yang diisyaratkan. Untuk hal ini dengan pandangan yang positif, bisa dikatakan produsen tidak menguasai atau belum tahu persyaratan yang harus dipenuhi tidak semata mata mencari keuntungan sebesar besarnya atau memaksakan agar produk bisa memenuhi harga yang sudah ditentukan.

Diharapkan para terkait, produsen, penjual ,pemerintah serta masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan jangan sampai terjadi petaka terulang.

Jangan masalah teroris dengan bomnya digantikan dengan tabung gas sebagai pengganti bom dirumah kita masing masing yang mungkin saja terjadi. Tentunya hal ini berlebihan :-)

Apabila untuk hari hari kedepan masih ada berita terjadi ledakan tabung gas karena tabungnya atau selang regulator bocor artinya produsen,penjual, pemerintah dan termasuk masyarakat pengguna yang masih menggunakan produk dengan tiada label SNI masih mementingkan segi materi untuk menabung koceknya masing masing. Walaupun tentunya label SNI pun bisa dipalsukan tidak menutup kemungkinan.

Bila kita berbicara "tabung gas" alias menabung tentunya perlu di bahas soal biaya yang ada hubungannya yang bisa ditabung.:-)


Biaya yang diperlukan pemerintah untuk mencegah atau mengambil tindakkan yang tegas dengan operasi pasar hal ini mungkin cukup besar.

Masyarakat pengguna tabung gas yang tidak mampu untuk beralih dari tabung gas dan selang regulator yang belum memenuhi syarat ke yang memenuhi syarat tentunya biayanya dirasa cukup besar.

Produsen yang belum mampu untuk memproduksi tabung dan selang dan regulator tentunya perlu tenaga ahli yang mampu memproduksi sesuai syarat yang ditentukan atau kehilangan kesempatan untuk meraih keuntungan dengan tidak memproduksi lagi. Atau menarik semua produknya dipasar atau yang belum dipasarkan tidak dipasarkan apabila tidak memenuhi syarat, terutama tentunya tidak mencoba menggunakan label SNI aspal alias asli tapi palsu, tentunya akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Semua yang terkait hendaknya memikirkan kerugian yang cukup besar yang terjadi di masyarakat daripada hanya memikirkan materi.

Secara naif apabila pencegahan petaka tersebut tidak dapat dicegah karena semua pihak terkait hanya memikirkan materi. apa perlu dilakukan gerakan penggalangan dana nasional sebagai "bunga" dari gerakan penggunaan "tabung" gas? Penggalangan dana dari masyarakat seperti gerakan "Pripta Mulyasari" untuk menutup semua kerugian ataupun biaya yang harus dikeluarkan dari pihak pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Tentunya hal ini tidak perlu terjadi dan berita berita tabung gas meledak tidak ada lagi. Sehingga gerakan "Tabung" gas "Berbunga" Manfaat" bagi semua pihak terkait.

Sebenarnya masalah ini masalah kecil bila masing - masing pihak terkait ada itikad baik dan secara serius untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, dengan mengambil hikmah dari peristiwa peristiwa yang sudah terjadi. Hendaknya kita tidak hanya berfokus dengan penyelesaian masalah masalah besar tapi mengabaikan penyelesaikan masalah walaupun sederhana atau kecil tapi berdampak besar serta meresahkan bagi masyarakat.

Peristiwa tabung gas meledak saat ini tentunya sudah menjadi masalah besar karena hampir semua masyarakat pengguna tabung gas menjadi resah dengan berita berita yang ada, sehingga mereka was was jangan jangan di tempat mereka menyimpan bom alias tabung gas.

Kita berharap pihak pihak terkait bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya dan masih mempunyai nurani sehingga bisa diselesaikan secepatnya, terutama tentunya kita berharap terutama pada pihak pemerintah.
Hingga kita tidak perlu dipermalukan oleh bangsa lain karena tabung gas dan tidak merasa terterror oleh tabung gas.
Semoga masalah ini cepat terselesaikan.



Jumat, 23 Juli 2010

Suara Hati Dunia: Such Is Life

Suara Hati Dunia: Such Is Life

Such Is Life

REFLECT ON THESE AND AIM FOR A GOOD LIFE.

We never get what we want,We never want what we get, We never have what we like, We never like what we have.And still we live & love. That's life...


The best kind of people, Is the kind you can sit on a porch and swing with,
Never say a word,
And then walk away feeling like it was the best conversation you've ever had.

It's true that we don't know
What we've got until it's gone,
But it's also true that we don't know What we've been missing until it arrives.


Giving someone all your love is never an assurance that they'll love you back!

Don't expect love in return; Just wait for it to grow in their heart,

But if it doesn't, be content it grew in yours.



It takes only a minute to get a crush on someone,
An hour to like someone,
And a day to love someone,
But it takes a lifetime to forget someone.


Don't go for looks; they can deceive.

Don't go for wealth; even that fades away.

Go for someone who makes you smile,

Because it takes only a smile to
Make a dark day seems bright.

Find the one that makes your heart smile!



May you have Enough happiness to make you sweet,

Enough trials to make you strong,

Enough sorrow to keep you human,

And enough hope to make you happy.



Always put yourself in others' shoes.

If you feel that it hurts you,

It probably hurts the other person, too



The happiest of people

Don't necessarily have the best of everything;

They just make the most of everything that comes along their way.

Happiness lies for
Those who cry,

Those who hurt,
Those who have searched,

And those who have tried,

For only they can appreciate the importance of people

Who have touched their lives.




When you were born, you were crying

And everyone around you was smiling.

Live your life so that when you die,

You're the one who is smiling
And everyone around you is crying.


Sumber: Email from: Sjeane Tera (sjeanetera@yahoo.com).Thx Sjeane


















7 UP for success


7 kata "UP" untuk sukses :


1. WAKE UP ( bangun ), Tdk peduli berapa kali kita gagal,tapi jika kita lebih banyak bangun & memulai lagi,kita akan sukses.


2. DRESS UP ( berhias ). Kecantikan dr dalam jauh lebih penting drpd sekedar hiasan luar yg sementara,miliki mentalitas berkelimpahan,hasil dr suatu harga diri & rasa aman yg dalam..ini akan menghasilkan kesediaan utk berbagi penghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.


3. SHUT UP ( berhenti bicara ). Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu,sudah saatnya fokus kan diri utk kesuksesan masa depan.


4. STAND UP ( berdiri ). Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.

5. LOOK UP ( pandanglah ). Saat peresmian Disney Land,seorg wartawan bertanya pada istri almarhum Walt Disney "Bagaimana perasaan bapak saat melihat impiannya telah jadi kenyataan dgn dibukanya Disney Land ini?" Istri Walt Disney menjawab "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum proyek ini terbentuk"..Lihatlah semua impian kita dalam imajinasi kita seakan2 semuanya telah terjadi.


6. REACH UP ( capailah ). Capailah sesuatu yg lebih tinggi dari prestasi sebelumnya karena itu menandakan bahwa kita memang bertumbuh.


7. LIFT UP ( naikkan ). Naikkan semua impian kita dlm bentuk doa ucapan syukur seakan2 semua telah terjadi...


Semoga hari ini kita bisa sama2 belajar menanamkan semangat 7UP yang akan membantu kita & sesama mencapai sukses.
Sumber: Email from Sjeanetera (sjeanetera@yahoo.com).Thanks Sjeanne

Senin, 27 Juli 2009

Ketidakberdayaan

Sudah sering kita ketahui seseorang melakukan tindakan yang luar biasa yang mana dalam keadaan normal tidak mungkin dilakukannya. Misalnya meloncati pagar setinggi 2 m tanpa melatih diri sebelumnya pada saat kondisi terjepit untuk menyelamatkan diri. Seorang ibu menyelamatan anaknya yang dari kebakaran dengan menerobos kobaran api dan ternyata berhasil menyelamatan anaknya yang mana dalam keadaan normal tidak mungkin bisa dilakukannya.

Ketidakberdayaan merupakan kondisi dimana setiap orang merasakan sebagai kondisi yang tidak menyenangkan dan hampir dipastikan hampir setiap orang pernah merasakan dalam bagian siklus hidupnya.

Sebenarnya dalam ketidak berdayaan ini tersimpan suatu potensi yang luar biasa dimana mungkin kita tidak pernah tahu bahwa adanya potensi luar biasa dalam kita yang sebenarnya.

Dalam ketidakberdayaan akan timbul kepasrahan sekaligus keberanian untuk mencoba hal hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan atau tidak berani untuk mencobanya ataupun sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan.
Dalam keadaan normal atau dalam kondisi keberhasilan mungkin kita tidak akan melakukan sesuatu yang baru untuk mencobanya dikarenakan keberhasilan yang ada akan menghambat kita untuk melakukannya dengan assumsi jika gagal akan mengurangi keberhasilan yang ada.
Tentunya dalam ketidakberdayaan kita akan lebih tidak takut untuk melakukannya karena jika gagal tidak akan membawa dampak yang berarti dengan kondisi saat ini.
Dalam ketidak berdayaan tentunya kita lebih bisa menerima dan melihat peluang yang ada walaupun peluang itu tidak besar dan tidak akan di manfaatkan bila kita dalam kondisi normal, hal ini tentunya bila dalam ketidak berdayaan kita bisa menerima kondisi yang ada sehingga timbul kepasrahan dan keberanian yang benar dan dengan iman yang benar sehingga yang ditakuti gagal malah berhasil. Umumnya orang takut gagal yang diciptakan atau yang ada dalam alam pikirannya hanya terfokus pada keberhasilannya saja, yang mana dalam menempuh perjalanan akan diketemukan kerikil kerikil sandungan. Orang yang pernah dalam kondisi ketidak berdayaan biasanya lebih ulet dikarenakan adanya kepasrahaan dan keberanian untuk melakukannya.
Ketidak berdayaan ditambah dengan adanya tanggung jawab yang harus dipikulnya merupakan suatu potensi untuk melakukan perubahaan yang besar.
Tentunya perubahaan besar akan terjadi pada suatu titik balik bisa mengarah ke suksesan ataupun melakukan tindakan besar yang destruktif.
Apapun pilihannya ketidakberdayaan merupakan potensi besar untuk melakukakan tindakan diluar kemampuan orang dalam keadaan normal.
Jika ketidakberdayaan ini menimbulkan kepasrahan dan keberanian dan menerima kondidi yang ada dan dapat memulai mencoba dan adanya lingkungan yang mendukung kearah kebaikkan tentunya merupakan energi positif yang sangat potensial yang mungkin tidak pernah dirasakannya dalam keadaan normal.
Yang jadi masalah apabila ketidak berdayaan ini dipaksakan untuk menjadi orang yang mempunyai arti dalam waktu yang relatif cepat dan kondisi yang ada semakin memojokkannya sehingga tidak bisa menerima kondisi yang ada, sehingga ketidakberdayaannya semakin menimbulkan amarah bukannya kepasrahan yang sebenarnya ditambah dengan cuci otak untuk melakukan sesuatu yang berarti dari pada saat ini pun ketidakberdayaannya tidak mempunyai arti, timbulnya yah bom bunuh diri alias teroris.
Yang pasti Tuhan memberikan ketidakberdayaan untuk potensi kebaikkan tinggal manusianya memilih dan tentunya berperan serta agar jangan menimbulkan keyidak berdayaan yang menimbulkan energi negatif.
Peran proaktif dari manusia baik besar maupun kecil paling mudah tentunya pada lingkungan sekitarnya untuk memperdayakan orang orang yang dalam kondisi ketidakberdayaan kearah yang lebih baik sehingga mudah mudahan bisa meniadakan hal hal yang tidak baik terutama bentuk bentuk teroris yang lain.
Semua pilihan ada pada kita dan memulai dari hal hal kecil terlebih dahulu pada komunitas dimana kita berada, sebaiknya memulai sedini mungkin sehingga bila kita bersinergi untuk memulainya semakin banyak hal hal yang dapat dicegah dan tentunya semakin banyak pula keberhasilan keberhasilan yang dapat terjadi.
Jangan pernah menyerah pada ketidak berdayaan, karena ketidak berdayaan merupakan potensi kearah kemajuan paling tidak akan merubah kita lebih arif dan melihat persoalaan lebih jelas dan apabila kita memasrahkan diri kita akan semakin mendekatkan kita kepada sang pencipta.

Dengan ketidakberdayaan dan merasa tidak mempunyai arti apa apa umumnya semakin kuat keimanan kita dan keterikatan kita kepada Sang Khalik serta meminta bimbingannya agar setiap langkah kita di ridhoiNya. Amin

Minggu, 12 Juli 2009

Memahami

Untuk dapat selaras dengan suatu "komunitas" tentunya kita harus memahami dulu "aturan main" yang komunitas akan kita masuki baik yang tertulis maupun tidak tertulis, baik yang nyata mudah dipahami maupun yang tidak mudah dipahami bila kurang memperhatikannya.

Sesudah mulai memahami secukupnya tentunya menyesuaikan dengan pemahaman kita, tentunya sudah cukup memahami diri kita sendiri sebelumnya. Barulah kita mencoba terlibat langsung atau masuk dalam komunitas tersebut.

Dengan memahami aturan main yang ada kita akan lebih mudah mencapai apa yang akan raih dalam kita memasuki komunitas tersebut.Dan yang pasti bila kita mengikuti aturan main yang ada akan mengurangi atau malah sama sekali tidak akan ada salah paham yang akan terjadi. Hal ini sebenarnya sederhana seperti layaknya kita mengikuti suatu permainan sudah tentu ada aturan main yang berlaku dan harus dipelajari untuk dipahami dan diterapkan.Demikian juga hukum alam yang berlaku dan juga semua disiplin ilmu mempunyai kaidah kaidah yang harus dipahami dan diterapkan sesuai dengan realitas hukum yang berlaku.

Untuk memahami tentunya perlu selangkah demi selangkah kita pahami dan belajar sambil mempraktekkannya dan memperhatikannya serta perlu masalah masalah agar lebih memahami atau kita membuat model masalah dengan bekal pemahaman yang kita kuasai atau pemahaman lain yang analog kita kuasai sebelumnya.

Dengan disiplin menerapkan hukum hukum yang ada dan mengukur kekuatan dan resiko yang kita hadapi dengan keberhasilan yang hendak kita capai, kita melakukan keputusan dan tindakan.

Umumnya dengan melakukan resiko yang dapat dikalkulasi dan mengukur kekuatan kita jarang kita sampai jatuh terlalu dalam dan sukar untuk bangkit kembali.

Hanya sayangnya kita umumnya melakukan kesalahan dengan membayangkan keuntungan dan keberhasilan yang akan kita raih mengabaikan disiplin diri dan disiplin pemahaman hukum hukum yang ada yang sudah kita pahami.

Falsafah resiko yang tinggi,keuntungan yang tinggi ( high risk high return) memang benar adanya hanya seberapa tingkat resiko tergantung dari pada individu masing-masing. Hanya tentunya resiko yang diambil jangan sampai membuat kita terperosok terlalu dalam bila gagal.Paling tidak resiko gagal walaupun kecil tetap masih bisa terjadi baik karena salah kalkulasi ataupun kurang informasi, ataupun lingkungan berubah tidak mendukung, tentunya faktor keberuntungan perlu dipertimbangkan.

Memahami dan menyesuaikan dengan kekuatan diri yang ada serta disiplin dalam tindakan tidak tergesa gesa dalam mencapai target dengan menghitung resiko yang dapat dikalkulasi dan menunggu waktu yang tepat untuk bertindak untuk mengambil resiko yang lebih besar.

Semua ini memerlukan kesabaran, bertindak seperti tawon mengumpulkan madu dalam keseharian dan bertindak seperti harimau pada saat yang tepat.

Tentunya saja semua tergantung pada pribadi masing-masing dan tingkat kepuasan yang ada dan target waktu yang hendak dicapai.

Yang ditekankan disini memahami lingkungan yang ada dan memahami diri sendiri dan bagaimana dapat memberikan nilai tambah bagi kita dan lingkungan dan tidak membebani lingkungan yang ada tanpa memberi nilai tambah sebagai gantinya.
Umumnya orang minta dipahami terlebih dahulu, dengan mengikuti aturan main yang ada dan dapat memberi nilai tambah tentunya dengan sendirinya dapat dipahami tanpa harus meminta dipahami.
Apabila aturan main yang ada dirasa kurang sejalan atau tidak kondusif untuk lebih maju, disini kita berperan sebagai agen perubahan(change of agent) minta dipahami dan merubah aturan main yang ada agar lebih baik bagi semua yang yang ada, tentunya memerlukan sumberdaya yang cukup mendukung untuk dapat melakukannya terutama bila perubahan yang diharapkan cukup drastis.
Banyak teori menejemen dari luar ditawarkan kepada kita dan diikuti mentah mentah tanpa memahami karakter budaya kita atau lebih spesifik lingkup lebih kecil budaya komunitas yang ada. Atau penerapan sepotong sepotong tanpa coba memahami keseluruhan sehingga hasilnya tidak optimal.Diperlukan pemahaman yang lebih luas dan target yang jelas dan tentunya tindakan yang sesuai dan disiplin yang sesuai.
Selamat mencoba apapun pilihan anda,Good Luck:-)

Jumat, 19 Juni 2009

Selaras



Selaras,dapat diartikan kesesuaian yang dapat memberikan suatu keindahan, harmoni, dan dapat memberikan inspirasi atau keteladanan.
Keselarasan ini dapat merupakan sesuatu berdasarkan ukuran standar yang sudah ada/berlaku di masyarakat ataupun sesuatu yang baru tetapi memberikan nilai-nilai baru yang dirasakan masyarakat secara umum sebagai keselarasan, bisa juga tentunya hanya dapat dinikmati oleh sebagian masyarakat yang memang menguasai bidangnya.

Seperti selaras antara kata dan perbuatan, ini merupakan standar umum dan hampir semua masyarakat dapat menilai dan menyetujuinya. Selaras antara kata dan perbuatan merupakan hal yang tidak mudah karena sifat kodrati manusia sendiri yang sering lalai dan tidak sempurna.

Dalam hal selaras kata dan perbuatan, paling tidak berusaha dilakukan dan dapat dinilai oleh komunitas dimana kita berada, kita masih dinilai pantas untuk dikatakan konsisten dan bertanggung jawab atas apa yang kita ucapkan dan tentunya akan lebih baik lagi bertanggung jawab atas tindakan yang kita lakukan.

Untuk bersosialisasi dalam masyarakat atau komunitas kita berada, hendaknya tingkah laku kita memberikan keselarasan, yang tentunya menciptakan keharmonian dan akan lebih baik lagi memberikan motivasi dengan keteladanan, syukur - syukur memberikan inspirasi yang baik pada komunitasnya sehingga memberi bekas mendalam yang selalu memberikan motivasi.

Kalau ini bisa dilakukan dapat dikatakan anda telah mampu memimpin diri sendiri sehingga layak untuk memimpin komunitas dalam komunitas anda berada apabila diperlukan. Tentunya masih banyak faktor pendukung yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin tetapi paling tidak ada keselarasan dan akan lebih baik dapat m inspirasi dan keteladanan bagi yang dipimpin.

Faktor yang disebut diataslah salah satunya yang membedakan antara politikus dan negarawan.Dimana kampanye untuk meraih kekuasaan sebenarnya tidak terlalu effektif apa bila kita dapat mengikuti sepak terjang sebelumnya dari pada para calon. Yang perlu diingat "politikus" ataupun "negarawan" selalu ada dalam kehidupan nyata sehari hari dalam setiap strata sosial bahkan dalam kehidupan bahkan dalam kehidupan berumah tangga.

Keselarasan masa lampau yang baik merupakan nilai jual, daripada selalu menjanjikan masa depan yang lebih baik, apalagi bila janjinya tidak pernah ditepati dan yang paling parah malah mengatakan tidak mengatakan janjinya dan mengatakan tidak tahu apabila akibat perbuatannya menimbulkan masalah.Tentunya bila menghasilkan yang baik akan diklaim haknya, jika "selaras" dalam melakukan karakter ini tentunya hasil akhirnya akan dapat dibayangkan. Chaos :-)))).

Sabtu, 13 Juni 2009

Kredibilitas


Untuk dunia perbankan atau lembaga pembiayaan sudah tidak asing lagi dengan istilah 5 C; Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition untuk menilai calon debitur. Pada prinsip dasarnya kreditur mengharapkan apa yang dipinjamkan kepada debitur dapat dikembalikan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Dengan lain calon debitur mempunyai kredibilitas yang memenuhi syarat sehingga layak disetujui proposal pinjaman yang diajukan.

Kata kredibilitas sendiri berasal dari kata latin " Credo" yang berarti saya percaya pada anda.


Istilah 5 C ini dapat diterapkan juga dalam kehidupan sehari hari dari yang sangat sederhana sampai dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.


Untuk yang paling sederhana bila seseorang meminta orang lain untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan dan berharap pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai yang diharapkan sehingga tujuan meminta bantuan tersebut mencapai sasaran. Sudah pasti orang tersebut dibawah sadarnya akan memilih orang yang mempunyai kredibilitas untuk melakukannya.

Demikian juga bila kita hendak mendelegasikan wewenang, bekerja sama/bermitra kita melakukan analisa 5C dan faktor lainnya sudah tentu untuk menilai kredibilitas, walaupun mungkin tidak secara sistimatis dikarenakan sebenarnya analog dengan kita "meminjamkan" sesuatu atau sumber daya, kepercayaan, mempertaruhkan jabatan, nama baik sehingga kita tidak mau bermitra dengan orang yang tidak punya kredibilitas mengembalikan "pinjaman" yang kita telah berikan.


5 C yang pertama Character (Karakter),orang yang mempunyai karakter yang buruk/ tidak mempunyai integritas adalah yang paling utama untuk dihindari. Karena karakter yang buruk ini menutupi 4 C yang mungkin baik penilaiannya, seperti misalnya karakter tidak bertanggung jawab dan sulit diminta pertanggung jawabannya.


Capacity (Kapasitas), kemampuan untuk menjalankan kepercayaan atau tugas yang harus diemban sehingga kita yakin "meminjamkan" sumberdaya yang ada pada kita. Misalnya bisa dilihat dari catatan sepak terjangnya (track record) dalam menjalankan tanggung jawab sejenis.


Capital(Modal), Modal disini selain modal uang atau asset bisa diartikan lebih luas seperti pengalaman atau jejaring, tim serta pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan.


Collateral (Kolateral/jaminan), biasanya sesuatu yang bisa disita sebagai sita jaminan apabila diperlukan biasanya dilakukan paling akhir. Dalam kasus memberikan delegasi/memberikan kepercayaan atau wewenang terutama untuk tingkat kepentingan dan resiko yang tinggi umumnya ada yang memberikan jaminan, rekomendasi atas kredibilitas si calon terutama bila sicalon belum mempunyai reputasi untuk tugas sejenis (new comer) atau jaminannya yah reputasi baik dari si calon sendiri sehingga dia akan berusaha menjaga reputasi baik yang telah diraihnya.


Condition (kondisi), kondisi lingkungan tentu harus diperhitungkan karena bila kondisinya tidak kondusif dan tingkat kegagalannya sangat tinggi sebaiknya tidak "meminjamkan" sehingga mungkin ditunda atau tidak didelegasikan tapi ditangani sendiri apabila tingkat keberhasilannya lebih tinggi.
5 C ini bisa dirangkum dalam satu kata Credibility(kredibilitas), atau mungkin lebih tepat perlu ditambahkan sebagai 6 C.
Selain 6 C mungkin perlu ditambahkan satu faktor C yang terakhir tetapi tidak kalah penting dengan C lainnya terutama dalam bermitra atau memberikan kepercayaan pada seseorang yaitu "Chemistry", terutama dalam mencari belahan jiwa:-) tetapi tidak perlu ditambahkan satu C lagi sehingga C yang kedelapan menjadi, CAPE DEH :-))))))