Kamis, 22 Desember 2016

KORBAN DARI SISTIM DAN LINGKUNGAN YANG ADA

KORBAN DARI SISTIM DAN LINGKUNGAN 

Banyak dan sering terulang dimana seseorang menjadi korban dari sistim yang ada serta lingkungan yg ada yang ternyata memang perbaikkan atau perubahan hal  yg mendasar serta pola pikir merubah dan menanamkan pola pikir yg  baru meninggalkan pola pikir yg lama merupakan hal melelahkan serta menguras emosi, tenaga, waktu serta pemikiran.


Merubah sistim yg ada dan terlanjur menjadi budaya serta adanya resistansi untuk perubahaan bisa dikarenakan kepentingan2 pribadi ataupun kemalasan dan ketakutan akan ada perubahan.
Merubah sistim dan lingkungan tergantung dari besarnya dan dampaknya besar atau kecil sehingga memerlukan pelopor pelopor perubahaan. Untuk perubahan yang cepat memang diperlukan cara yang agak radikal tetapi akibat dari tindakan tersebut tugas tugas dan progress yang sedang berjalan mungkin bisa agak tersendat.

Seperti kita analogkan merawat taman klo tanaman liar kg tuntas dibersihkan maka akan sia sia dan tanaman yg baik dan diharapkan akan menjadi korban dan perbaikkan perbaikan akan dihambat oleh usaha resistansi untuk tidak berubah dan berusaha  mencari dan memperbesar habitat bertahan.

Seandainya perubahan didasari pemikiran yg visioner semakin sulit untuk orang orang memahami semakin besar kemungkinan malah menjadi korban .
Yang harus disadari "pembawa" perubahaan harus taktis n kadang2 agak masa bodo seandainya diperlukan sambil tetap tidak melupakan tujuan untuk mengadakan perubahan karena klo tidak pintar pintar akan menjadi korban dari sistim dan lingkungan yg ada.


Selamat untuk perubahaan yg lebih baik dan berada dijalan yang lurus karena kesejahteraan selalu diusahakan oleh orang2 yg berjiwa besar seperti yg telah terbukti dalam sejarah manusia dan tentunya tidak bisa melupakan korban2 dari orang orang berjiwa kerdil dan munafik.

Tentunya Adharma serta Dharma akan selalu berputar didunia ini serta pilihan serta keimanan kita untuk memilih tindakan kita dengan catatan tindakan kita disadari atau tidak disadari bisa merugikan serta menjadikan orang lain sebagai korban.

Memang sulit untuk membawa perubahaan dengan paham kearah kebaikkan melawan manusia yg pada umumnya berpikir secara praktis yg menjadikan uang serta kenikmatan sesaat sebagai pemersatu dan menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Seperti kita ketahui Allah maha tahu , adanya surga dan neraka sistim reward n punishment umat masih tetap berlaku semaunya n bagaimana penerapannya di dunia atau ditempat kerja atau lingkungan nyata agar bisa membawa perubahaan yg nyata.
Sebaiknya Reward n Punishment langsung n diterapkan secara nyata tidak menunggu waktu yg terlalu lama apabila tindakan yg dilakukan menerlukan ganjaran.


Selasa, 12 Juli 2016

KEBERHASILAN,PERENCANAAN,KEBIASAAN POSITIF

KEBERHASILAN DIMULAI DARI PERENCANAAN DAN KEBIASAAN2 YG POSITIF


SUATU KEBERHASILAN SEMUA BERAWAL DARI PERENCANAAN YANG BAIK DAN ANTISIPASI YANG TEPAT TERHADAP PERSOALAN YANG TIMBUL YANG DAPAT MENGAKIBATKAN TUJUAN YANG DIRENCANAKAN TIDAK TERCAPAI
DALAM MENYUSUN PERENCANAAN PERLU DIPIKIRKAN N DIJABARKAN SEMUA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENCAPAI SASARAN SERTA ALTERNATIF ANTIPASI DIRENCANAKAN KALO MEMUNGKINKAN DILATIH ATAU DISIMULASI
YANG MANA MUNGKIN TIDAK MEMUNGKINKAN MEMBUAT PERENCANAAN YANG LENGKAP DAN MENGANTIPASI SEMUA PERSOALAN2 YG AKAN TIMBUL.
UNTUK MENGANTIPASI HAL2 TERSEBUT ADALAH DENGAN MEMBIASAKAN KEBIASAAN2 YANG POSITIF SEHINGGA MEMPERKAYA DIRI KITA DAN DAYA TAHAN UNTUK MENGHADAPI PERSOALAN2 YG AKAN TIMBUL
KEBERHASILAN BUKAN SEMATA MATA KEBERUNTUNGAN
KEBERHASILAN MEMUNGKINKAN DIPREDIKSI DEMIKAN JUGA KEGAGALAN MEMUNGKINKAN UNTUK DIPREDIKSI

Senin, 28 Desember 2015

REWARD AND PUNISHMENT


Suatu sistim yang baik harus selalu ada sistim reward and punishment yang baik. Kadang ada yg berpendapat bahwasistim kekeluargaan sehingga reward and punishment systemnya kg jelas. Sehingga kinerja anggota team tidak jelas hanya mengandalkan kesadaran dari anggota team. jadi yang mempunyai kesadaran makin terbebani dan yg tidak mempunyai kesadaran semakin santai dan menghancurkan reputasi diri sendiri makin buruk dengan sedikitnya memberi kontribusi kepada team sehingga akhirnya bisa terbuang dari tim atau komunitasnya orang yg ingin maju
                Sistim reward and punishment sudah jelas berlaku sebagai hukum alam maupun hukum agama, norma masyarakat. cuma mungkin yang kurang jelas atau tidak dirasa langsung reward and punishmentnya,sehingga tetap banyak mengabaikannya seperti hukum agama adanya surga dan neraka. Hukum alam yg paling sederhana selalu melakukan hal2 positif sebagai tabungan untuk langkah berikutnya yg memberi reward menuju kesuksesan sedangkan sering melakukan hal hal buruk akan pada akhirnya mendapat punishment yg mana ketika sudah menimpa baru menyadari sangat disayangkan apalagi sampai merugikan dan mencelakakan orang lain
Yang lebih parahnya apabila temannya yg selalu memperhatikan melakukan kebaikkan walaupun kecil bisa sukses selalu mengatakan temanya hanya  keberuntungan semata  tanpa mau mengoreksi sifat n kelakuan yg selalu menabung sifat2 buruk seperti malas,tidak bisa bertanggung jawab,tidak bisa bekerjasama,tidak jujur.
Merupakan tanggung jawab atasan atau tokoh untuk dengan tegas memberikan sanksi reward and punishment yang jelas sehingga memacu orang yg berbuat positif dan memberi pelajaran bagi yg berbuat tidak baik demi kebaikkanya mereka sendiri.

Sayangnya kita di budaya timur kadang merasa sungkan untuk melakukan punishment dan lebih berat mementingkan hubungan baik yg pada akhirnya memperparah hubungan baik dan menjerumuskan orang tersebut untuk terbius dan terlena merusak dirinya sendiri.
Dengan arti kata hukuman bukan sesuatu yang buruk jadi kalau kita mendapatkan punishment apapun bentuknya berterima kasihlah karena semakin pahit semakin baik seperti obat untuk intropeksi diri. Seandainya tingkat kesadaran sudah sedemikian tinggi sehinnga tidak melakukan hal2 tidak baik mungkin sudah tidak perlu sistim punishment hanya sistim rewading mungkin masih diperlukan untuk memotivasi melakukan yg lebih baik.
Artinya salah satu kunci keberhasilan suatu teamwork adanya sistim reward n punishment yg jelas dan bisa dirasa secara langsung diperlukan ketegasan dari para pemimpinnya dan didukung lingkungannya. Amin

Rabu, 21 Oktober 2015

kemalasan dan ketidak tahuan

KEMALASAN DAN KETIDAKTAHUAN

Hampir bisa dipastikan semua permasalahan yang timbul diawali dari kemalasan dan ketidaktahuan coba kita resapi dalam keseharian kita sehari hari. Banyak permasalahan yang seharusnya kita dapat hindari seandainya kita mau tahu tidak masa bodoh dan tidak malas.
Harus disadari ketidak tahuan dan kemalasan yang kita lakukan bisa berdampak ke diri sendiri dan kepada orang lain yang mana dampaknya bisa berjangka panjang bagi yang mengalami musibah.
Kemalasan dan ketidaktahuan sebenarnya jauh bisa berkurang seandainya kita mempunyai rasa tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan keseharian paling sederhananya ada keiklasan untuk menjalankan tugas kesehariannya.
yang perlu disadari klo ada masalah ada sebagian orang yang bersilat lidah mengelak dari perbuatannya mungkin saja orang tidak mau ribut mempersoalkannya toh dipikirnya sudah terjadi. cuma harus diingat perbuatan kita itu secara hidup secara sosial akan dinilai dan yang paling penting perbuatan k
ita mesti dipertanggung jawabkan dengan yang Maha kuasa

Kamis, 21 Mei 2015

Team Building







TEAM BUILDING



Untuk membentuk team building agar teamwork menjadi solid biasanya akan lebih mudah dengan membuat acara tidak formal seperti outbond dengan permainan permainan yg memerlukan kerjasama tim. Yang mana diharapkan setelah outbond karakter kerjasama team tetap terbawa ke tempat bekerja.Namun sayangnya biasanya setelah itu terlupakan jadi agar tidak terlupakan harus mempunyai cara pandang atau presepsi yang sama yaitu adanya visi misi perusahaan yang disosialisasikan dan diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari hari sehingga terbentuk budaya perusahaan yang sesuai dengan visi misi perusahaan.
Yang perlu disadari bahwa kerjasama team yg baik saling menguntungkan pihak pihak yang terlibat sehingga adanya keinginan yang melekat pada semua pihak yg terlibat untuk selalu mengutamakan kerjasama team kearah yang baik. Dan tentunya peran top managament yang berfungsi sebagai leader dan teladan sangat diperlukan

Selasa, 17 Agustus 2010

HUT Kemerdekaan RI ke 65

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65 telah tiba. Seperti biasanya upacara upacara rutin yang diadakan setiap HUT tentunya dilakukan dan dirayakan.
Tentunya makna kemerdekaan akan berbeda beda di rasakannya oleh masyarakat. Yang umum dirasakan biasanya acara hiburan atau kegiatan keramaian yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Kemerdekaan
Renungan Hari Kemerdekaan tentunya diselenggarakan tetapi jumlahnya tidak sebanyak perayaan acara keramaian.

Bung Karno, Bapak Proklamator-Founding Father Presiden Pertama Republik Indonesia selalu menekankan aspek pembangunan karakter bangsa (Nation Character) yang selalu harus dilakukan alias diperjuangkan secara terus menerus sehingga Kemerdekaan kita dapat terus jaya dan dipertahankan. Beliau telah melihat jauh kedepan.


Mungkin karena beliau terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tentunya pemimpin atau tokoh bangsa RI yang lain selain beliau banyak yang baik. Yang kebetulan dalam artikel ini kita hanya mencoba menelaah bagaimana karakter bangsa dengan Kemerdekaan dan mempertahankan Kemerdekaan dimana mengenai karakter bangsa dicetuskan oleh beliau.
Beliau melihat secara "kedalam ", kedalam diri kita masing masing sebagai anak bangsa yang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan.
Dimana Kemerdekaan dan mempertahankan Kemerdekaan diupayakan oleh bangsa kita yang tidak mungkin didapatkan secara gratis, yang tentunyakita tidak melupakan atas rahmat yang diberikanNya.
Kemerdekaan tidaklah diusahakan oleh sekelompok orang saja tetapi oleh segenap bangsa yang bercita cita yang sama dan berkorban untuk mendapatkannya. Secara umum kita bisa melihat bilamana kita dalam kesusahan kita akan lebih bersatu, yang tentunya dalam kasus tertentu segelintir kelompok atau orang mengambil keuntungan dari kesusahan kelompoknya. Dan yang lebih sulit bila dalam kesenangan biasanya kelompok yang tadinya bersatu dalam kesusahan menjadi terpecah karena sebagian anggota kelompok atau orang ingin berebut porsi yang besar dengan cara yang tidak benar dalam meraih kesenanganan sehingga melemahkan kesatuan yang telah terbentuk.
Saat ini kita telah mencapai Kemerdekaan dan telah mencapai usia Kemerdekaan 65 tahun. Tentunya kita sebagai anak bangsa pelaku mempertahankan Kemerdekaan harus jauh lebih dewasa agar tetap dapat mempertahankan Kemerdekaan ini.
Realisasinya, masih ada sekelompok anak bangsa hanya mengambil keuntungan - keuntungan dengan jalan tidak benar sehingga merusak kesatuan yang ada.
Dengan mengambil hikmah Hari Kemerdekaan, Keberhasilan yang besar hanya dapat tercapai dengan dilakukan bersama sama, sinergi.
Karakter sangat mempengaruhi untuk mencapai dan mempertahankan keberhasilan yang ada, baik secara personil maupun kelompok.
Keberhasilan yang ada harus disikapi dengan baik dan bijaksana sehingga tidak terperosok kedalam keberhasilan yang semu.
Marilah kita tetap Bersatu dan membangun karakter bangsa baik untuk diri kita sendiri ataupun menjadi teladan bagi anak bangsa yang lain dan dapat menghargai para pendahulu kita, baik itu pendahulu yang merebut Kemerdekaan maupun orang orang yang telah berjasa bagi hidup kita, baik itu guru, sahabat, orang tua dan orang orang yang telah berjuang sehingga dapat memberi hidup yang lebih baik bagi sesamanya.
Bagaimana peran kita masing masing dalam mempertahankan Kemerdekaan sehingga Pancasila dapat dirasakan lebih banyak masyarakat sangatlah menentukan oleh karena itu karakter bangsa ditentukan oleh kita masing masing sebagai anak bangsa.
Sekecil apapun riak ,peran yang kita mainkan sangatlah berarti, bila masing masing berlaku dan menyumbangkan hal yang positif akan menjadi gelombang besar yang dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi bangsa.

Semoga kita dapat memberikan sumbangsih yang berguna bagi negara Republik Indonesia Tercinta Indonesia ini dan senantiasa kita diberikan kekuatan untuk melakukan hal hal terbaik dan menyikapi dengan positif dan bijaksana semua persoalan yang ada sehingga dapat mempertahan Kesatuan yang ada, sehingga dapat bermanfaat bagi Negara dan paling tidak kita dapat berguna bagi dan bermanfaat serta mendatangkan kebaikkan bagi orang orang di sekeliling kita dan sesuai di jalanNya.

Sebagai bahan renungan kita bersama, apabila kita pernah berteduh dibawah pohon yang rindang dan kita merasa nyaman atas keteduhan yang diberikan pohon tersebut, pernahkah kita ingat akan siapa yang menanam dan merawat atas pohon tersebut? Dan mengucapkan syukur kepada yang menanamnya? Atau mengucapkan syukur atas kebesaranNya?

Mari Kita mulai bersama sama mengisi Kemerdekaan dengan hal hal positif dan memperhatikan hal hal sederhana yang terlupakan yang ternyata secara essensial bagian dari pembentukkan karakter bangsa sehingga kita masing masing menjadi lebih baik , dapat memberikan hidup kita lebih berguna baik untuk diri kita, sesama dan bangsa kita sendiri maupun bangsa bangsa lain untuk membangun dunia yang lebih baik.

SELAMAT HUT HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE 65,

BERSATU KITA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

UNTUK MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

DAN

BERPARTISIPASI

UNTUK MEMBANGUN DUNIA YANG LEBIH BAIK











Selasa, 10 Agustus 2010

Saling memaafkan dan Ibadah Puasa


Bulan Ramadhan sudah tiba, umat muslim akan menyambut bulan suci yang penuh rahmat dengan menjalankan ibadah puasa.
Sudah menjadi hal rutin sebelum menjalankan Ibadah Puasa, umat muslim saling maaf memaafkan. Proses untuk meminta maaf dan memaafkan (saling memaafkan) sangat mengandung arti yang sangat mendalam dan terkadang karena telah menjadi rutinitas setiap tahun proses sakral ini kadang kurang terhayati bagi para pelaku.
Proses meminta maaf, merupakan proses dimana kita mengakui bahwa kita tidak terlepas dari kesalahan dan yang sangat luar biasa kita berani merendahkan hati kita dengan membuang ego kita untuk meminta maaf.
Proses meminta maaf yang dilakukan dengan sungguh sungguh dan tulus tentunya memerlukan kebesaran jiwa dan kerendahan hati yang sangat mendalam. Dan tentunya tidak mudah.
Proses meminta maaf yang dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa merupakan proses awal dari ibadah puasa itu sendiri sebelum kita menjalankan ibadah puasa, sehingga kita membuang ego kita dan dengan kerendahan hati dapat menjalankan ibadah puasa dengan hati dan pikiran yang jernih/bersih untuk minta keridhoanNya.
Proses memaafkan yang dilakukan dengan tulus sama tidak mudahnya dengan meminta maaf. Proses memaafkan membuang ego kita sehingga tidak ada keangkuhan dalam diri kita dimana tidak ada kotoran kotoran batin yang tersimpan dan tersisa didalam diri kita dalam persiapan menghadapNya dalam melakukan ibadah Puasa.
Proses saling meminta maaf merupakan proses pencucian batin sehingga tidak ada kotoran kotoran batin yang tersisa, batin menjadi bersih dalam menjalankan ibadah Puasa. Dalam melakukan ibadah dan menghadapNya tentu diupayakan batin ini sebersih mungkin sehingga dengan segala kerendahan hati kita menghadapNya dan minta keridhoanNya.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalani , semoga Amal dan Ibadahnya dapat diterimaNya.